Informasi Terupdate

Sejarah dan Makna Hari Raya Kurban | Makna Idul Adha Tahun 2017 Bagi Umat Islam

Mohon Tunggu Sebentar...
Advertisement
Advertisement
Hari Raya Kurban Idul Adha - Pada postingan sebelumnya kami telah berbagi mengenai hari raya Idul Adha 2016 (Lebaran Haji). Yaitu Hari Raya umat Islam yang jatuh pada Tanggal 10 Djulhijjah yang di dalamnya mempunyai Arti, pengertian atau Makna yang sangat penting bagi Umat Islam dengan bentuk nilai-nilai pengorbanan, ketakwaan, serta keimanan yang di angkat dari Kisah Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail.

Hari raya ini di sebut juga dengan Hari Raya Haji. Di dalam hari raya idul adha ini mempunyai sebuah kisah nyata yang sangat mulia untuk kita ketahui, berikut cerita nyata secara singkat mengenai idul adha :


1. Nabi Ibrahim.
Nabi Ibrahim di kenal dengan sebutan Al-khalil yang artinya kekasih allah SWT yakni satu di antara Ulul Azmi, Yaitu mempunyai kelebihan berbentuk mukjizat akan kerasulannya. Nabi Ibrahim adalah sosok yang utama dalam momentum sejarah umat Islam. Di awali dengan pencarian tuhan yang maha esa, penyebaran kepercayaan untuk menyembah allah swt sebagai hanya satu tuhan, prosesi pembangunan ka'bah sampai dengan terwujudnya ibadah haji dan hari raya Idul Adha.

2. Nabi Ismail.
Nabi Ismail adalah anak dari nabi ibrahim yang di peroleh dari siti hajar. Nabi Ismail dalam sejarah Idul Adha di gambarkan salah seorang sosok anak yang mempunyai tingkat kepercayaan serta keteguhan hati yang sangat mengagumkan, bagaimana tidak di usianya yang masih kecil tetapi beliau sangatlah setia dengan keinginan ayahnya serta perintah allah swt untuk di jadikan kurban (di sembelih ) yang tidak lain kalau perintah allah awt itu hanya bentuk pengujian keimanan baik pada nabi Ibrahim sendiri atau pada nabi Ismail.

3. Siti Hajar.
Siti Hajar adalah istri ke2 nabi ibrahim yang awalnya adalah seorang budak. Beliau seorang ibunda dari ismail dan juga seorang teladan untuk beberapa wanita mengenai bagaimana mentaati perintah Allah Swt, bagaimana mentaati seorang suami dan bagaimana cara menyayangi anaknya. Hajar juga adalah sosok dari makkah.
PAsti sobat semua udah pada tau disaat hajar sedang berkeliling pada bukit safa dan marwah untuk memperoleh pertolongan serta air minum untuk anaknya Ismail yang sedang kehausan. Lalu dengan pertolongan dari allah Swt keluarlah air zam-zam bersamaan dengan perubahan jaman, tempat itu lalu menjadi tempat yang subur banyak di tempati penduduk dan juga tempat yang sangat mulia yaitu kota makkah.

Selain itu nabi ibrahim mempunyai kekayaan yang luar biasa ia mempunyai 1000 ekor domba, 300 ekor lembu dan 100 ekor unta. kisah lain juga menyampaikan bahwa kekayaannya nabi ibrahim meraih 12.000 ekor ternak, dengan begitu besarnya kekayaannya itu tidak jadikan ibrahim sombong terlebih lupa akan posisi dianya sebagai hamba allah.

Di suatu hari nabi ibrahim di tanya oleh seseorang "Milik siapakah ternak sejumlah ini? "
Ia menjawab : " Kepunyaan Allah Swt, namun saat ini masihlah milikku, di suatu saat apabila alaah menginginkan saya serahkan semuanya, jangankan hanya ternak apabila allah memohon anak kesayanganku ismail, pasti aku akan serahkan juga. Itulah ucapan nabi Ibrahim yang mrnhadirkan pembuktian kemurnian iman serta taqwa kepada allah Swt.

Di suatu malam ia mempunyai mimpi yaitu allah memohon Ibrahim untuk menyembelih anaknya sebagai pengorbanan serta ketaatan pada allah Swt, lalu ibrahim terbangun terbangun dengan kaget. Inikah ujian sesungguhnya dari allah?

Dengan ketetapan hatinya pada akhirnya ibrahim siap melaksakannya, dan juga saat ia bercerita pada sang anak ismail demikian juga tanpa penolakan Ia berkat " Jika itu perintah dari allah swt jadi laksanakanlah ". Sangat mengagumkan satu keimanan serta ketaqwaan dan juga kemantapan hati. Tetapi apakah isamil jadi di sembelih ?

Sudah pasti tidak, allah Swt cuma menginginkan memperlihatkan pada beberapa malaikat kalau gelar Al-Khalil yang di dapatkan pada ibrahim tidaklah tanpa argumen. Penyembelihan itu oleh allah Swt di tukar dengan seekor domba yang dagingnya di bagikan kepada fakir miskin.

Makna qurban idul adha bagi umat islam

Arti dan makna yaitu dua kata yang mungkin saja tidak sama. Makna lebih pada makna dengan cara eksplisit atau kasat mata. Disamping itu, arti mengharuskan satu tafsir yang mendalam atas satu teks. Dari sini arti qurban dalam kebiasaan idul adha dimaknai lebih dalam sebagai satu bentuk ketakwaan kita pada Allah.

Arti qurban dalam idul adha yaitu kalau kita mesti ikhlas dalam menghadapi cobaan dari Allah. Kata yang lain yaitu waktu kita " disembelih " jadi ikhlaslah serta bertawakal hingga dengan keikhlasan itu kita akan memperoleh " domba " sebagai penggantinya.

seperti yang telah di jelaskan di atats Sayangnya, waktu kita jadi sisi dari sembelihan Allah, peluang kita tak ikhlas serta berat hingga pasti kita tak memperoleh berubahnya berbentuk domba. Oleh karenanya, atas semua suatu hal yang berlangsung pada kita karena cobaan dari Allah, kita harus ikhlas menjalaninya.

Hakikat qurban idul adha bagi umat islam
Inti Qurban Idul Adha yaitu kalau kita mesti kembali pada maksud hidup, yakni melaksanakan ibadah pada Allah. sebab manusia serta jin tidaklah di ciptakan, terkecuali untuk melaksanakan ibadah.

Seperti ujian Allah pada nabi Ibrahim, Hikmah dari semua peistiwa qurban tak lain tak bukanlah yaitu untuk peroleh ridha Allah Swt lewat beribadah dengan menggerakkan apa sebagai perintah Allah. Tetapi, tak sebatas beribadah, kita mesti ikhlas dalam menggerakkan tiap-tiap perintah Allah. Bila tdk, apa yang kita lakukan serta menurut kita beribadah, itu jadi percuma sebab tak dikerjakan dengan ikhlas. Berikut inti dari momen qurban dalam idul adha.

Serbagaimana Makna kata Qurban yang berarti qarib atau dekat pada Allah, jadi inti kurban yaitu mendekatkan diri pada Allah dengan menggerakkan semua perintah serta menjauhi larangan-Nya. Karenanya, arti qurban dalam artian Islam yaitu bentuk pendekatan diri kita pada Allah lewat karena hewan ternak yang dikurbankan atau disembelih.

Kita mesti merelakan beberapa harta kita yang sebenarnya punya Allah untuk orang lain. Ini jadi sisi dari ketaatan kita pada Allah. Prasyaratnya, dalam qurban kita mesti betul-betul untuk mencari Ridha Allah, bukanlah untuk yang lain.

Itulah sedikit cerita singkat mengenai sejarah dan makna hari raya Idul Adha 2106. Semoga saja kita dapat mengambil Hikmah dari peristiwa yang nyata itu dan dapat jadikan pelajaran utama dari kisah Idul Adha ini untuk diterapkan dalam kehidupan keseharian kita. Aamiin